Lhokseumawe, 05 Juli 2026– Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini sudah menjadi bagian dari kehidupan akademik mahasiswa. Berbagai platform AI dimanfaatkan untuk membantu memahami materi perkuliahan, menyusun presentasi, mencari referensi, hingga menyelesaikan tugas pemrograman. Kehadiran teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas proses belajar selama digunakan secara bijak dan tidak menggantikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Fenomena tersebut juga dirasakan oleh mahasiswa di Universitas Malikussaleh. Salah satunya, Chairunnisa Ilhami, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, yang mengaku AI sangat membantunya dalam proses belajar, terutama saat mengerjakan tugas pemrograman.
“Menurut saya, AI sangat membantu, terutama saat membuat coding. Ketika ada error atau saya belum memahami sintaks tertentu, AI dapat memberikan penjelasan, contoh kode, bahkan membantu menemukan letak kesalahan. Namun, saya tetap mempelajari kembali hasil yang diberikan agar benar-benar paham dan tidak hanya sekadar menyalin,” ujar Chairunnisa.
Menurutnya, penggunaan AI tidak hanya mempercepat penyelesaian tugas, tetapi juga membantu mahasiswa memahami konsep melalui penjelasan yang lebih interaktif dan mudah dipahami.
Meski demikian, dosen Program Studi Informatika Universitas Malikussaleh, Dr. Iskandar Zulkarnain, S.T., M.Kom., mengingatkan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai pendukung proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti kemampuan analisis, kreativitas, dan pemecahan masalah mahasiswa.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, AI diperkirakan akan terus menjadi partner belajar bagi mahasiswa. Pemanfaatan AI secara bijak dan beretika diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin erat dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan.