Lhokseumawe, 27 Juni 2026 – Gaya hidup cashless atau pembayaran tanpa uang tunai semakin menjadi kebiasaan di kalangan mahasiswa. Kemudahan transaksi melalui QRIS, dompet digital, dan mobile banking membuat berbagai kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi dengan lebih cepat dan efisien. Beragam promo seperti cashback dan potongan harga turut mendorong meningkatnya penggunaan metode pembayaran digital.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada 23–25 Juni 2026 terhadap 10 mahasiswa dari berbagai fakultas, lima mahasiswa mengaku lebih sering menggunakan pembayaran non-tunai dibandingkan uang tunai. Sementara itu, beberapa mahasiswa lainnya mengaku kemudahan transaksi digital membuat mereka lebih sulit mengontrol pengeluaran karena proses pembayaran yang praktis dan banyaknya promo yang ditawarkan.
Salah seorang mahasiswi Program Studi lmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Fitri, mengatakan bahwa pembayaran digital telah menjadi pilihan utamanya dalam bertransaksi, terutama saat berada di lingkungan kampus. Menurutnya, metode pembayaran tersebut mempermudah berbagai aktivitas karena tidak perlu membawa uang tunai.
"Kalau menurut saya, cashless memang lebih praktis karena semua pembayaran jadi lebih cepat dan nggak perlu bawa uang tunai. Tapi, kalau nggak bisa ngontrol diri, kita jadi lebih gampang belanja, apalagi pas ada promo atau cashback. Jadi, tetap harus bijak supaya pengeluaran nggak berlebihan," ujar Fitri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pembayaran digital telah menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa di era digital. Meski menawarkan kemudahan dan efisiensi, penggunaan metode pembayaran non-tunai tetap perlu disertai dengan pengelolaan keuangan yang bijak agar tidak mendorong perilaku konsumtif.