Pidie Jaya, 24 Juni 2026 – Museum Pidie Jaya yang terletak di kawasan Taman Kota, Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, menjadi salah satu destinasi edukasi dan wisata budaya yang menarik perhatian masyarakat. Bangunan yang memiliki desain khas Rumoh Aceh tersebut berfungsi sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya daerah sekaligus sarana pembelajaran bagi generasi muda.
Fasilitas budaya ini didirikan untuk menyimpan dan melestarikan berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya. Bangunan tersebut merupakan rumah adat Aceh yang diperkirakan telah berusia sekitar 200 tahun dan kemudian dipindahkan dari lokasi asalnya untuk difungsikan sebagai museum daerah. Di dalamnya tersimpan beragam koleksi, seperti manuskrip kuno, uang logam dan uang kertas peninggalan masa lalu, keramik kuno, serta berbagai artefak budaya lainnya.
Keberadaan tempat pelestarian sejarah tersebut menjadi salah satu upaya menjaga warisan budaya yang berpotensi hilang seiring perkembangan zaman. Selain itu, lokasi tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan sejarah Aceh serta Kabupaten Pidie Jaya.
Kepala Pengelola Museum Pidie Jaya, M. Ridwan, mengatakan bahwa keberadaan fasilitas budaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mempelajari sejarah dan budaya daerah melalui berbagai koleksi yang tersedia. Ia juga berharap generasi muda dapat lebih mengenal identitas serta warisan budaya yang dimiliki daerahnya.
Antusiasme pengunjung terlihat terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Selain melihat koleksi bersejarah, pengunjung juga dapat menikmati suasana di sekitar bangunan yang berada di tengah kolam buatan dengan pemandangan yang asri dan nyaman.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap fasilitas budaya tersebut dapat terus berkembang sebagai pusat pelestarian budaya, sarana edukasi sejarah, serta salah satu destinasi wisata unggulan daerah. Berbagai koleksi yang tersimpan di dalamnya menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya yang terus dilakukan untuk menjaga warisan daerah di tengah perkembangan zaman.