Lhokseumawe, 11 Juli 2026 – Pedagang durian di Lhokseumawe, Pak Riswan, mengandalkan pasokan durian dari Desa Bulo, Kabupaten Aceh Utara, untuk memenuhi permintaan masyarakat selama musim durian.
Saat ditemui di lapaknya, Pak Riswan menjelaskan bahwa durian yang dijual bukan berasal dari kebun miliknya. Seluruh stok diperoleh dari pemasok di Bulo sebelum dipasarkan kembali kepada konsumen.
"Saya mengambil durian dari Bulo, Aceh Utara, lalu menjualnya kembali. Kalau pembeli makan di tempat dan duriannya kurang enak, kami ganti dengan yang lain. Karena kalian anak kuliahan, saya juga kasih diskon," ujar Pak Riswan.
Menurutnya, sistem mengambil pasokan dari pemasok lebih praktis dibandingkan harus memiliki dan mengelola kebun sendiri. Cara tersebut memungkinkannya memperoleh stok sesuai ketersediaan dari pemasok sehingga kebutuhan pelanggan dapat tetap terpenuhi.
Setelah durian diterima, buah-buah tersebut disusun di lapak untuk dijual kepada masyarakat. Pak Riswan mengatakan pasokan dari Bulo sangat membantu pedagang eceran, terutama ketika permintaan meningkat pada musim panen.
Ia menambahkan bahwa kualitas durian menjadi perhatian utama sebelum dipasarkan kepada pembeli. Menurutnya, menjaga kualitas dan memberikan pelayanan yang baik merupakan upaya untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Dengan mengandalkan pasokan dari pemasok, Pak Riswan berharap dapat terus menyediakan durian bagi masyarakat selama stok masih tersedia.