Lhokseumawe, 25 Juni 2026 – Menjelang kelulusan, banyak mahasiswa tingkat akhir Universitas Malikussaleh (Unimal) mulai menghadapi fenomena quarter life crisis. Kondisi ini ditandai dengan rasa cemas terhadap masa depan, pekerjaan, hingga kondisi keuangan yang semakin terasa saat memasuki akhir bulan.
Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan pada 23–24 Juni 2026 terhadap sejumlah mahasiswa tingkat akhir di lingkungan Unimal, sebagian besar mengaku khawatir terhadap peluang kerja setelah lulus. Selain tekanan menyelesaikan skripsi, tuntutan ekonomi dan persiapan menghadapi dunia kerja juga menjadi penyebab munculnya kecemasan.
Dalam wawancara bersama reporter, salah seorang mahasiswi Unimal, Nabila, membenarkan bahwa kondisi tersebut cukup sering dialami mahasiswa semester akhir. Menurutnya, banyak mahasiswa mulai memikirkan kehidupan setelah lulus, terutama mengenai pekerjaan dan kondisi finansial.
“Banyak mahasiswa tingkat akhir yang bukan hanya memikirkan skripsi, tetapi juga merasa cemas tentang pekerjaan dan masa depan setelah wisuda. Apalagi saat akhir bulan, biasanya tekanan itu terasa lebih besar,” ujar Nabila.
Meski demikian, banyak mahasiswa berupaya mengatasi kondisi tersebut dengan meningkatkan keterampilan, mengikuti seminar karier, serta memperluas relasi sebagai persiapan menghadapi dunia kerja.