Lhokseumawe, 18 Juni 2026 — Tekanan akademik menjadi tantangan yang semakin dirasakan mahasiswa di tengah tuntutan untuk meraih prestasi, aktif berorganisasi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Selain mengejar nilai yang baik, mahasiswa juga dituntut terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan diri yang dianggap penting untuk menunjang kemampuan dan pengalaman mereka.
Luna (21), seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, mengatakan beban akademik sering kali terasa berat ketika tugas kuliah, penelitian, dan kegiatan organisasi harus dijalani dalam waktu yang bersamaan.
“Tekanannya cukup terasa, apalagi tugas, penelitian, dan kegiatan organisasi sering berjalan bersamaan. Kalau tidak pintar mengatur waktu, semuanya bisa menumpuk,” ujar Luna.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap membuat mahasiswa mengalami kelelahan mental akibat padatnya aktivitas yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas.
Pendapat serupa disampaikan Diffa, teman dekat Luna. Ia menilai meningkatnya tekanan akademik merupakan konsekuensi dari berbagai tuntutan yang dihadapi mahasiswa selama masa perkuliahan.
Meski demikian, ia berharap kampus dapat terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mahasiswa agar pencapaian akademik tetap berjalan seimbang dengan kesehatan mental.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan akademik tidak hanya memengaruhi proses belajar mahasiswa, tetapi juga kondisi psikologis mereka. Karena itu, dukungan dari lingkungan kampus dinilai penting untuk membantu mahasiswa menghadapi berbagai tuntutan selama menjalani perkuliahan.