Lhokseumawe, 5 Juli 2026 – Usaha Bakso Ojolali yang berlokasi di Gampong Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, mencatat omzet hingga Rp90 juta per bulan. Usaha yang telah berdiri sejak 1997 itu dirintis oleh Pak Anto setelah memutuskan beralih profesi dari pelaut menjadi pelaku usaha kuliner.
Pak Anto mengatakan dirinya memilih berhenti bekerja sebagai pelaut karena penghasilan yang diterima dinilai tidak sebanding dengan beban pekerjaan. Berbekal kemampuan membuat bakso serta terinspirasi dari anggota keluarganya yang lebih dulu menjalankan usaha serupa, ia kemudian merintis Bakso Ojolali sebagai sumber mata pencaharian.
Kedai Bakso Ojolali beroperasi setiap hari mulai pukul 12.00 WIB dan melayani pelanggan dari Kota Lhokseumawe maupun daerah sekitarnya. Menu andalan yang paling diminati pelanggan adalah bakso urat.
Menurut Pak Anto, rata-rata omzet usahanya saat ini mencapai sekitar Rp90 juta per bulan. Pada akhir pekan dan hari libur, omzet penjualan dapat mencapai Rp3 juta dalam sehari.
”Kalau Sabtu, Minggu, dan hari libur, omzet kami bisa mencapai Rp3 juta dalam sehari,” ujar Pak Anto.
Untuk memperluas jangkauan pelanggan, Pak Anto memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, seperti Instagram, WhatsApp, TikTok, dan Facebook. Menurutnya, promosi digital membantu memperkenalkan Bakso Ojolali kepada lebih banyak masyarakat.
Salah seorang pelanggan, Leli (22), mengaku telah menjadi pelanggan tetap Bakso Ojolali selama tiga tahun.
“Bakso uratnya enak, porsinya banyak, dan harganya terjangkau,” kata Leli.
Pak Anto berharap dapat terus mempertahankan kualitas rasa dan pelayanan agar Bakso Ojolali tetap menjadi pilihan masyarakat. Ia juga berkomitmen memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pelanggan dan mengembangkan usahanya.