Lhokseumawe, 16 Juni 2026 - Usaha ayam geprek milik Sofyan di Kota Lhokseumawe tetap bertahan dan diminati pelanggan meskipun menghadapi tantangan berupa naik turunnya harga bahan pokok. Sejak beroperasi pada tahun 2023, usaha tersebut terus menarik minat pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga warga sekitar.
Sofyan mengatakan ayam geprek dipilih sebagai usaha karena merupakan makanan yang banyak disukai masyarakat. Selain memiliki cita rasa yang digemari, makanan tersebut juga mengenyangkan dan dijual dengan harga yang terjangkau.
Dalam menjalankan usahanya, Sofyan mengaku menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan pokok yang dapat memengaruhi keuntungan usaha. Meski demikian, ia tetap berupaya mengelola usahanya dengan baik agar keuntungan yang diperoleh tetap stabil.
"Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah harga bahan pokok yang sering naik turun. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap keuntungan usaha," ujar Sofyan.
Sofyan menjelaskan bahwa pelanggan usahanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pendatang, hingga warga lokal. Keberagaman pelanggan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya tetap berjalan setiap hari. Menurutnya, peluang memperoleh keuntungan yang lebih besar biasanya terjadi ketika mahasiswa sedang aktif mengikuti perkuliahan karena jumlah pelanggan cenderung meningkat.
"Pelanggan saya berasal dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, pendatang, dan warga lokal. Karena itu, usaha ini tetap berjalan setiap hari," ujarnya.
Untuk menghadapi persaingan dengan usaha sejenis, Sofyan berusaha mempertahankan kualitas rasa makanan yang dijualnya. Ia percaya bahwa cita rasa yang enak dan konsisten dapat membuat pelanggan kembali membeli. Dengan menjaga kualitas makanan dan pelayanan, Sofyan berharap usahanya dapat terus berkembang di masa mendatang.
"Saya berusaha menjaga cita rasa makanan agar tetap enak dan konsisten. Dengan begitu, pelanggan akan tetap datang kembali," pungkasnya.