Bireuen, 2 Juli 2026 – Mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Malikussaleh, Alya Dhiya Putri Erwin, berhasil mengembangkan bisnis preloved yang dirintis sejak SMA hingga menjangkau pembeli dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan Malaysia.
Tingginya minat masyarakat terhadap barang preloved dengan harga terjangkau mendorong Alya membuka usaha penjualan pakaian bekas.
Seluruh proses penjualan dilakukan secara daring melalui TikTok dan Shopee.
Alya juga memberikan informasi lengkap mengenai kondisi barang serta menyertakan bukti pembelian jika tersedia.
Ia mengembangkan bisnis preloved dengan menjual pakaian bekas serta menerima jasa titip jual berbagai produk fashion bermerek, termasuk koleksi lama Buttonscarves.
“Awalnya saya hanya ingin mengurangi isi lemari karena sudah terlalu penuh. Ternyata barang-barang tersebut mendapat banyak peminat, sehingga saya memutuskan untuk terus menjalankan bisnis ini,” kata Alya.
Usaha tersebut membantu memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus ekonomi keluarga.
Meski menghadapi tantangan, seperti ketidaksesuaian informasi barang dari penitip, pelayanan terbaik tetap diupayakan kepada pelanggan.
Ia juga mengajak generasi muda untuk berani memulai usaha secara halal dan bertanggung jawab..