Bireuen, 7 Juli 2026 – Hobi merajut yang telah ditekuni sejak masa kuliah membawa Armayanti, S.E., warga Desa Geulanggang Kulam, Kabupaten Bireuen, menjadi pelaku usaha kerajinan tangan yang produknya kini dipasarkan hingga Pulau Jawa. Meski bekerja sebagai karyawan kantoran, ia tetap menyisihkan waktu untuk membuat berbagai produk rajut yang diminati pelanggan.
Armayanti mengaku mulai mengenal dunia rajut sejak masih menjadi mahasiswa pada 1994. Saat itu ia belajar membuat pinggiran jilbab, smok baju anak, hingga sulam payet.
Kemampuan tersebut terus berkembang hingga akhirnya ia mulai memproduksi tas rajut, amigurumi, tempat tumbler, dan keychain yang dipasarkan sekitar empat tahun terakhir.
“Bunda mulai bisa merajut sejak masih gadis waktu kuliah, sekitar tahun 94. Mulai dari merajut pinggiran jilbab, smokee baju anak, menyulam, memayet. Kalau untuk merajut tas, amigurumi, keycha, tempat tumbler dan lain lain yang mulai dipasarkan mulai 4 tahun yang lalu,” ujar Armayanti.
Di tengah kesibukannya bekerja, Armayanti tetap menjalankan usahanya dengan membagi tugas bersama adik sepupunya. Ia fokus membuat produk, sedangkan pengelolaan pesanan dan pengiriman dibantu sang adik melalui platform Shopee.
Berkat pemasaran secara online, produk rajut buatannya telah dikirim ke berbagai daerah, seperti Lhokseumawe, Banda Aceh, hingga sejumlah kota di Pulau Jawa.
Selain menyediakan berbagai model siap jual, Armayanti juga menerima pesanan khusus sesuai keinginan pelanggan.
Armayanti berharap usahanya terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat. Ia juga ingin membuktikan bahwa hobi yang ditekuni dengan konsisten dapat menjadi peluang usaha yang menghasilkan, meskipun dijalankan di sela-sela kesibukan sebagai karyawan kantoran.