Lhokseumawe, 10 juli 2026– Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Lhokseumawe, Febri Widya, berhasil mengembangkan usaha kerajinan bunga akrilik dengan omzet mencapai Rp2 juta per bulan. Usaha tersebut menawarkan berbagai bunga hias dengan tampilan elegan.
Usaha yang menyasar ibu-ibu dan pengunjung bazar ini menawarkan bunga hias dengan tampilan elegan sekaligus menarik yang dijual seharga Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per tangkai.
Febri mengatakan ide memulai usaha tersebut muncul setelah melihat bunga akrilik banyak diminati masyarakat di Jakarta.
Menurutnya, bunga berbahan akrilik memiliki kesan mewah sehingga berpotensi menarik minat masyarakat di daerahnya.
"Saya jualan bunga akrilik karena dulu pas saya ke jakarta, saya ngeliat bunga akrilik bagus sekali dan banyak peminatnya di sana. Terus, saya bawa ke Lhokseumawe. Saya kenalkan ke teman teman saya. Ternyata mereka suka. Terus saya juga bawa-bawa ke bazar. sejak itu banyak yang memesan," ujar Febri.
Untuk memulai usaha tersebut, Febri mengaku mengeluarkan modal awal sekitar Rp1 juta. Modal itu digunakan untuk membeli seluruh bahan baku, mulai dari kelopak bunga akrilik, daun, kawat, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Dari usaha rumahan tersebut, Febri mampu memperoleh omzet sekitar Rp2 juta setiap bulan.
"Harga satu bunga yang paling murah Rp25 ribu, sedangkan yang paling mahal Rp40 ribu. Alhamdulillah omzet saya sekitar Rp2 juta," ungkapnya.
Ia juga menyediakan berbagai pilihan model, mulai dari bunga kecil bercabang hingga bunga besar satu tangkai.
"Kebanyakan pembeli lebih suka bunga yang besar karena terlihat lebih megah," tuturnya.
Usaha yang berawal dari inspirasi saat berwisata tersebut kini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi Febri. Ia berharap bunga akrilik semakin dikenal masyarakat dan semakin banyak orang yang tertarik menggunakannya sebagai dekorasi maupun hadiah.