Lhokseumawe, 19 Juni 2026 – Ketidakstabilan harga bahan pokok menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha kuliner. Meski demikian, Kantin Biru tetap berupaya mempertahankan kualitas produknya untuk menjaga minat pelanggan.
Pemilik Kantin Biru, Rina(31), mengatakan bahwa harga bahan pokok yang sering berubah menjadi kendala terbesar dalam menjalankan usahanya. Namun, ia tetap berusaha mempertahankan cita rasa makanan dan minuman yang dijual agar pelanggan tetap datang.
"Tantangan terbesar adalah harga bahan pokok yang tidak stabil. Untuk menghadapi persaingan, saya berusaha mempertahankan cita rasa makanan agar pelanggan tetap datang," ujarnya.
Menurutnya, pelanggan Kantin Biru berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pendatang, hingga masyarakat sekitar. Ia juga menilai peluang keuntungan terbesar terjadi saat aktivitas perkuliahan berlangsung karena jumlah mahasiswa yang datang ke lingkungan kampus meningkat.
Rina(31) memilih menjalankan usaha ini, karena menu dessert yang ditawarkan memiliki banyak variasi dan cukup diminati pelanggan. Ia menambahkan bahwa tingkat kunjungan pelanggan cenderung stabil setiap harinya.
Dengan mengandalkan kualitas produk dan pelayanan, Kantin Biru terus berupaya mempertahankan usahanya di tengah tantangan ekonomi serta persaingan bisnis kuliner yang semakin berkembang.