Lhokseumawe, 19 Juni 2026 - Hobi tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Hal tersebut dibuktikan oleh Marsya Indira Putri (21), mahasiswi Teknik Sipil Universitas Malikussaleh (Unimal) yang menekuni kegiatan merajut dan mulai mengembangkannya sebagai sumber penghasilan.
Marsya mengungkapkan bahwa ide untuk memulai usaha rajutan muncul secara spontan. Ia merasa akan sangat menyenangkan jika hobi yang dijalaninya dapat menghasilkan pendapatan tambahan.
“Ide untuk memulai usaha rajutan muncul secara tiba-tiba. Saya berpikir akan sangat menyenangkan jika hobi saya dapat menghasilkan pendapatan. Pemikiran tersebut kemudian menjadi motivasi untuk lebih serius mengembangkan keterampilan merajut,” ujarnya.
Berbagai produk rajutan yang dibuat Marsya memiliki tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan yang berbeda-beda. Untuk rajutan berukuran kecil dengan tinggi sekitar 4 sentimeter, lebar 3 sentimeter, dan panjang 3 sentimeter, proses pengerjaannya dapat diselesaikan dalam waktu 3 hingga 6 jam. Waktu pengerjaan akan semakin lama jika bentuk dan tingkat kesulitan rajutan meningkat.
Meski belum mendapatkan tanggapan dari dosen karena bidang kerajinan tangan tidak berkaitan langsung dengan jurusan yang ditempuhnya, Marsya mengaku mendapat banyak dukungan dari teman-temannya.
“Teman-teman memberikan respons yang sangat positif, mulai dari pujian hingga dukungan dalam bentuk pembelian hasil rajutan. Saya yakin usaha ini akan memberikan dampak positif bagi masa depan Marsya,” ujar Dwy, salah satu teman Marsya.
Berawal dari ide sederhana, Marsya membuktikan bahwa kreativitas dan ketekunan dapat mengubah hobi menjadi sesuatu yang bernilai. Melalui usaha rajutannya, ia berharap dapat terus mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan dari kegiatan yang disukainya.