Lhokseumawe, 18 Juni 2026 – Ruang kelas bukan satu-satunya tempat mahasiswa belajar. Organisasi mahasiswa kini semakin diakui sebagai wadah penting yang melengkapi kemampuan yang tidak selalu bisa diperoleh dari bangku perkuliahan, mulai dari keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, hingga kerja sama tim.
Kegiatan organisasi yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan kampus, seperti seminar, workshop, pelatihan, diskusi ilmiah, hingga program pengabdian kepada masyarakat, dinilai mampu memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
Muhammad Rafly, mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Binjai dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) angkatan 2023 periode kepengurusan 2025–2026, mengatakan bahwa organisasi menjadi ruang belajar yang efektif bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik maupun Non-akademik.
"Melalui organisasi, mahasiswa bisa belajar banyak hal yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas. Kami sering mengadakan diskusi, seminar, dan pelatihan yang dapat menambah wawasan serta pengalaman anggota," ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan oleh Thariq Aziz, anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKO) Unimal, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 yang kini duduk di semester empat. Ia mengaku, keterlibatannya di organisasi membawa perubahan nyata dalam dirinya.
"Saya menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan lebih terbiasa bekerja sama dengan banyak orang. Selain itu, pengetahuan saya juga bertambah karena sering mengikuti kegiatan yang membahas isu-isu aktual dan perkembangan ilmu pengetahuan," katanya.
Pengalaman kedua mahasiswa ini mencerminkan bagaimana organisasi tidak sekadar kegiatan sampingan, melainkan bagian penting dari proses belajar mahasiswa yang sesungguhnya.